Banyak orang menganggap akun sudah aman setelah mengganti password. Padahal, masalahnya kadang bukan lagi pada password, melainkan pada perangkat atau sesi login yang masih aktif.
Contohnya sederhana: Anda pernah membuka email di komputer kantor, masuk ke akun Google di laptop pinjaman, atau menghubungkan WhatsApp ke browser teman. Jika lupa keluar, perangkat itu mungkin masih memiliki akses sampai sesi tersebut dicabut. Orang lain tidak perlu mengetahui password untuk membaca pesan, membuka file, atau melihat informasi akun yang masih tersedia di sana.
Inilah alasan pemeriksaan perangkat tertaut perlu menjadi bagian dari kebiasaan keamanan digital. Bukan karena setiap perangkat lama pasti berbahaya, tetapi karena akses yang tidak lagi diperlukan sebaiknya tidak dibiarkan.
Password dan sesi login adalah dua hal yang berbeda
Password adalah salah satu cara untuk membuktikan bahwa Anda pemilik akun. Setelah berhasil masuk, layanan biasanya membuat sesi login, yaitu periode ketika perangkat atau browser dianggap sudah terautentikasi.
Dalam praktiknya, sesi ini bisa muncul sebagai nama perangkat, browser, aplikasi, atau lokasi terakhir akun digunakan. Google, misalnya, menampilkan daftar perangkat dan sesi yang baru-baru ini mengakses akun. Satu perangkat juga dapat memiliki beberapa sesi, misalnya karena Anda masuk melalui Chrome, aplikasi Gmail, dan jendela incognito. Google menjelaskan bahwa sesi-sesi tersebut dapat diperiksa dan dikeluarkan satu per satu.
Karena itu, mengganti password tidak selalu menjadi satu-satunya langkah yang perlu dilakukan. Jika ada perangkat yang tidak dikenal, aksesnya harus dicabut secara langsung dari halaman keamanan akun.
Perangkat mana yang perlu diperiksa?
Mulailah dari akun yang menjadi “kunci” ke banyak layanan lain. Biasanya ini adalah akun email utama, akun Google atau Apple, akun Microsoft, serta WhatsApp. Setelah itu, periksa marketplace, media sosial, layanan finansial, dan aplikasi kerja.
- Laptop atau komputer lama: terutama perangkat yang pernah dipinjamkan, dijual, atau ditinggalkan di kantor.
- Browser publik atau milik orang lain: sesi dapat tertinggal jika Anda hanya menutup tab tanpa memilih keluar.
- Tablet dan ponsel lama: perangkat yang sudah tidak digunakan sebaiknya tidak tetap terdaftar.
- Aplikasi pihak ketiga: layanan yang pernah diberi izin membaca data atau mengakses akun juga perlu ditinjau.
- Perangkat WhatsApp tertaut: WhatsApp Web, aplikasi desktop, tablet, atau ponsel pendamping dapat tetap terhubung.
Cara memeriksa akun Google
- Buka halaman akun Google, lalu masuk ke bagian Keamanan.
- Cari bagian Perangkat Anda dan pilih opsi untuk mengelola semua perangkat.
- Periksa nama perangkat, waktu aktivitas terakhir, browser, dan lokasi yang ditampilkan.
- Jika perangkat sudah tidak dipakai atau tidak Anda kenali, pilih perangkat tersebut lalu tekan Keluar.
- Jika ada beberapa sesi dengan nama perangkat yang sama dan Anda ragu, keluarkan seluruh sesi dengan nama tersebut.
Jangan langsung panik jika lokasi yang muncul terlihat sedikit berbeda. Lokasi bisa merupakan perkiraan berdasarkan jaringan internet, bukan posisi persis perangkat. Waktu aktivitas juga dapat terlihat lebih baru karena sinkronisasi otomatis. Namun, perangkat yang benar-benar tidak dikenal tetap layak dikeluarkan sambil memeriksa aktivitas keamanan lainnya.
Jangan lupa WhatsApp Web dan perangkat tertaut
WhatsApp memiliki menu Perangkat tertaut yang menampilkan komputer, tablet, atau ponsel pendamping yang terhubung ke akun. Untuk memeriksanya, buka WhatsApp di ponsel utama, masuk ke Perangkat tertaut, pilih perangkat yang tidak diperlukan, lalu tekan Keluar. Langkah ini juga dapat dilakukan dari ponsel utama jika perangkat tertaut sudah tidak berada di dekat Anda. Panduan resmi WhatsApp menjelaskan proses untuk melepas perangkat tertaut.
Periksa daftar ini terutama setelah menggunakan komputer bersama, memindai kode QR di tempat umum, atau menerima bantuan teknis dari orang lain. WhatsApp juga menyarankan pengguna memeriksa perangkat tertaut secara berkala dan menghindari aplikasi atau situs tidak resmi untuk menghubungkan akun.
Jika memakai iPhone atau Mac
Pengguna Apple dapat memeriksa perangkat yang masuk ke Apple Account melalui Settings > nama Anda > Devices. Pilih perangkat yang sudah tidak dimiliki atau tidak dikenali, lalu hapus dari akun. Apple juga menyediakan Safety Check pada iPhone dengan versi sistem tertentu untuk membantu meninjau perangkat, aplikasi, dan informasi keamanan yang memiliki akses.
Apple merekomendasikan peninjauan perangkat, trusted devices, aplikasi, dan konfigurasi yang tidak dikenal. Ini berguna jika Anda pernah meminjamkan ponsel, mengganti perangkat, atau merasa seseorang mungkin memiliki akses ke akun.
Apa yang dilakukan jika menemukan perangkat asing?
Jangan hanya menghapus perangkat lalu menganggap masalah selesai. Gunakan urutan berikut:
- Catat atau ambil tangkapan layar nama perangkat, waktu, dan lokasi yang ditampilkan. Ini membantu jika Anda perlu meninjau kejadian.
- Cabut akses perangkat dari halaman keamanan akun atau menu perangkat tertaut.
- Ganti password dari perangkat yang Anda percaya. Gunakan password unik yang tidak dipakai di layanan lain.
- Aktifkan verifikasi dua langkah jika tersedia, lalu pastikan nomor pemulihan dan email pemulihan masih milik Anda.
- Periksa aplikasi pihak ketiga dan cabut izin yang tidak lagi diperlukan.
- Tinjau aktivitas akun, seperti email terkirim, pesan, perubahan profil, transaksi, atau file yang dibagikan.
Jika akun berkaitan dengan bank, dompet digital, atau pekerjaan, lakukan pemeriksaan lebih serius. Hubungi penyedia layanan melalui kanal resminya bila ada transaksi, perubahan data, atau aktivitas yang tidak Anda lakukan sendiri.
Yang bisa dilakukan sekarang
Sisihkan sekitar 15 menit untuk melakukan audit kecil: periksa akun email utama, Google atau Apple Account, WhatsApp, dan satu layanan penting lain. Keluarkan perangkat lama, hapus izin aplikasi yang terlupakan, lalu catat kapan pemeriksaan terakhir dilakukan.
Kebiasaan ini tidak menggantikan password yang kuat atau verifikasi dua langkah. Namun, ia menutup celah yang sering terlewat: akses lama yang masih dianggap sah oleh layanan. Dalam keamanan akun, mengurangi perangkat yang punya akses berarti juga mengurangi jumlah pintu yang harus dijaga.
Sumber & bacaan lebih lanjut
- Google Account Help — See devices with account access
- WhatsApp Help Center — How to unlink a device
- Apple Support — Checklist 1: Limit device and account access
– Rio Yotto @rioyotto
