Home / Artikel / Tips IT
Tips IT

Baterai Laptop Cepat Habis? Cara Menemukan Aplikasi yang Diam-Diam Boros

Baterai laptop yang cepat habis tidak selalu berarti baterainya harus segera diganti. Dengan membaca penggunaan daya dan memeriksa beberapa kebiasaan kerja, Anda bisa menemukan aplikasi atau pengaturan yang paling banya…

Baterai Laptop Cepat Habis? Cara Menemukan Aplikasi yang Diam-Diam Boros

Laptop yang dulu bisa dipakai berjam-jam, tetapi sekarang hanya bertahan sebentar, memang mengganggu. Namun, penyebabnya tidak selalu baterai yang sudah rusak. Bisa jadi ada aplikasi yang terus bekerja di latar belakang, layar terlalu terang, banyak perangkat tersambung, atau browser membuka terlalu banyak tab.

Langkah pertama bukan langsung membeli baterai baru. Cari tahu dulu ke mana energi laptop pergi. Dengan begitu, Anda bisa membedakan masalah kapasitas baterai dan masalah kebiasaan atau aplikasi.

Bedakan baterai aus dan baterai yang sedang boros

Baterai memiliki kapasitas maksimum yang menurun seiring usia dan siklus pengisian. Jika kapasitasnya sudah jauh berkurang, laptop memang akan lebih cepat habis meskipun hanya dipakai untuk pekerjaan ringan.

Di sisi lain, baterai yang boros biasanya ditandai dengan konsumsi daya tinggi saat laptop sedang menjalankan tugas tertentu. Contohnya, baterai cepat turun ketika membuka rapat video, mengedit video, bermain gim, atau memakai banyak tab browser. Setelah aplikasi tersebut ditutup, konsumsi daya biasanya ikut menurun.

Perbedaannya penting. Mengurangi kecerahan layar tidak akan mengembalikan kapasitas baterai yang sudah aus, sementara mengganti baterai tidak menyelesaikan masalah jika penyebab utamanya adalah aplikasi yang terus aktif.

Periksa aplikasi yang paling banyak memakai daya

Di Windows

Buka Settings, lalu masuk ke bagian System dan pilih Power & battery. Pada beberapa versi Windows, Anda dapat menemukan daftar penggunaan baterai berdasarkan aplikasi.

Perhatikan aplikasi yang muncul paling atas. Aplikasi konferensi video, browser dengan banyak tab, perangkat lunak desain, gim, dan aplikasi sinkronisasi cloud sering memakai energi lebih banyak daripada aplikasi pengolah dokumen biasa.

Jangan langsung menghapus aplikasi hanya karena berada di posisi teratas. Tanyakan lebih dulu apakah penggunaan tersebut memang sesuai aktivitas Anda. Jika Anda baru saja mengikuti rapat video selama dua jam, aplikasi rapat yang memakai banyak daya adalah hal yang wajar.

Di macOS

Buka System Settings, lalu pilih Battery. Anda dapat melihat ringkasan penggunaan energi dan aplikasi yang sedang memakai daya cukup besar.

Untuk pemeriksaan yang lebih detail, buka Activity Monitor, kemudian pilih tab Energy. Kolom seperti Energy Impact menunjukkan seberapa besar dampak aplikasi terhadap konsumsi daya saat ini. Kolom 12 hr Power, jika tersedia, membantu melihat aplikasi yang cukup aktif dalam beberapa jam terakhir.

Angka tersebut bukan ukuran kesehatan baterai. Ia hanya membantu menemukan proses yang sedang atau baru-baru ini bekerja keras.

Periksa aplikasi yang berjalan saat laptop menyala

Aplikasi yang otomatis berjalan saat login dapat membuat laptop bekerja sejak awal, bahkan ketika Anda belum membukanya secara sadar. Sebagian memang penting, seperti pengelola keamanan atau driver perangkat. Sebagian lainnya hanya menambahkan fitur kenyamanan.

Di Windows, buka Settings > Apps > Startup. Di sana, Anda dapat melihat aplikasi yang otomatis aktif dan perkiraan dampaknya terhadap proses startup. Nonaktifkan aplikasi yang tidak perlu langsung berjalan, terutama aplikasi yang jarang digunakan.

Di macOS, buka System Settings > General > Login Items. Periksa aplikasi yang terbuka otomatis dan aplikasi yang diizinkan berjalan di latar belakang.

Gunakan pendekatan bertahap. Nonaktifkan satu atau dua aplikasi, lalu amati perilaku laptop selama beberapa hari. Jika ada fungsi yang ternyata dibutuhkan, Anda dapat mengaktifkannya kembali.

Jangan abaikan browser

Browser sering menjadi sumber konsumsi daya yang tidak terlihat. Satu tab berisi dokumen teks biasanya ringan, tetapi tab dengan video, dashboard real-time, aplikasi desain, atau halaman yang terus memperbarui data dapat memakai prosesor dan memori secara aktif.

Coba buka pengelola tugas bawaan browser. Di Chrome atau browser berbasis Chromium, tekan Shift + Esc untuk melihat tab dan ekstensi yang memakai sumber daya besar. Di browser lain, cari menu pengelola tugas atau diagnostik dengan nama serupa.

Periksa juga ekstensi yang terpasang. Ekstensi yang tidak lagi dipakai sebaiknya dihapus, bukan hanya dibiarkan nonaktif. Jika sebuah situs terus membuat kipas laptop berputar, tutup tab tersebut dan lihat apakah suhu serta konsumsi daya kembali normal.

Atur layar dan mode daya secara masuk akal

Layar biasanya menjadi salah satu komponen yang paling mudah memengaruhi daya tahan baterai. Menurunkan kecerahan beberapa tingkat sering memberi dampak nyata, terutama pada laptop dengan layar besar atau resolusi tinggi.

Gunakan mode hemat daya ketika sedang membaca, menulis, atau mengerjakan tugas ringan. Mode ini biasanya mengurangi performa prosesor, aktivitas latar belakang, dan kecerahan layar. Untuk pekerjaan berat seperti rendering atau kompilasi kode, Anda mungkin perlu memakai mode performa tinggi dan menghubungkan charger.

Atur pula waktu layar mati dan laptop masuk ke mode tidur. Pengaturan ini mencegah laptop terus menyala ketika Anda meninggalkannya untuk mengambil minum atau mengikuti percakapan lain.

Perhatikan perangkat dan koneksi yang terus aktif

Bluetooth, Wi-Fi, perangkat USB, kamera, dan mikrofon dapat menambah konsumsi daya, meskipun pengaruhnya berbeda-beda pada setiap laptop. Perangkat USB tertentu, seperti hard disk eksternal atau lampu tambahan, jelas mengambil daya dari laptop.

Cabut perangkat yang tidak digunakan. Jika sedang bekerja tanpa internet, aktifkan mode pesawat atau matikan koneksi yang tidak diperlukan. Jangan menjadikan langkah ini sebagai aturan kaku; keamanan dan kebutuhan kerja tetap lebih penting daripada menghemat beberapa persen baterai.

Buat catatan sebelum mengganti baterai

Selama dua atau tiga hari, catat kondisi ketika baterai cepat turun:

  • Aplikasi apa yang sedang terbuka?
  • Berapa tingkat kecerahan layar?
  • Apakah laptop dipakai untuk video call, bermain gim, atau pekerjaan berat?
  • Apakah laptop terasa panas atau kipas berputar terus?
  • Berapa lama baterai bertahan dari 100 persen hingga sekitar 20 persen?

Catatan sederhana ini membantu melihat pola. Jika baterai cepat habis hanya saat pekerjaan berat, masalahnya mungkin konsumsi daya normal yang belum Anda sadari. Jika laptop panas dan boros bahkan ketika tidak melakukan apa-apa, periksa aplikasi latar belakang, pembaruan sistem, malware, atau masalah pendinginan.

Kapan baterai perlu diperiksa atau diganti?

Pertimbangkan pemeriksaan teknisi jika laptop mati mendadak, persentase baterai meloncat tidak wajar, perangkat sulit mengisi daya, atau bagian bawah laptop menggembung. Baterai yang menggembung bukan sekadar masalah daya tahan dan sebaiknya tidak terus digunakan.

Jika performa baterai menurun secara bertahap tetapi laptop masih aman secara fisik, Anda dapat memeriksa laporan kesehatan baterai dari sistem operasi atau aplikasi resmi produsennya. Bandingkan kapasitas desain dengan kapasitas pengisian penuh saat ini.

Intinya: jangan menebak penyebab baterai boros. Periksa aplikasi, startup, browser, layar, mode daya, dan perangkat yang tersambung. Setelah sumber masalah ditemukan, solusi biasanya lebih murah dan lebih sederhana daripada langsung mengganti baterai.

Jelajahi juga

– Rio Yotto @rioyotto