Meminta AI untuk “memperbaiki tulisan” terdengar sederhana, tetapi hasilnya sering berubah-ubah. Kadang bahasanya menjadi lebih rapi, namun terlalu formal. Di kesempatan lain, AI menghapus informasi penting atau membuat tulisan terdengar seperti iklan.
Masalahnya bukan selalu pada kemampuan AI. Sering kali, kita belum memberi ukuran yang cukup jelas tentang seperti apa hasil yang dianggap baik. Di sinilah prompt berbasis rubrik bisa membantu.
Rubrik adalah daftar kriteria yang dipakai untuk menilai sebuah hasil. Dalam konteks AI, rubrik dapat berisi hal-hal seperti kejelasan, ketepatan informasi, gaya bahasa, struktur, dan kelengkapan. AI tidak hanya diminta menghasilkan atau memperbaiki teks, tetapi juga memeriksa teks berdasarkan standar yang kita tentukan.
Mengapa prompt biasa sering menghasilkan revisi yang tidak konsisten?
Prompt seperti “Tolong buat tulisan ini lebih baik” terlalu terbuka. Kata “lebih baik” bisa berarti lebih singkat, lebih persuasif, lebih formal, atau lebih mudah dibaca. AI harus menebak maksud kita dari konteks yang terbatas.
Akibatnya, ada beberapa masalah umum:
- Gaya tulisan berubah terlalu jauh dari versi asli.
- AI memperbaiki tata bahasa, tetapi mengabaikan fakta atau alur logika.
- Saran yang diberikan terlalu umum dan sulit diterapkan.
- Hasil revisi terlihat rapi, tetapi tidak cocok untuk pembaca atau tujuan tertentu.
- Kita harus mengulang instruksi yang sama pada setiap percakapan.
Rubrik membantu mengubah standar yang masih samar menjadi kriteria yang bisa diperiksa satu per satu.
Rubrik sederhana yang bisa dipakai untuk berbagai pekerjaan
Anda tidak perlu membuat sistem penilaian yang rumit. Untuk banyak kebutuhan, lima kriteria berikut sudah cukup:
- Tujuan: Apakah tulisan mencapai tujuan yang diminta?
- Pembaca: Apakah bahasanya sesuai dengan orang yang akan membaca?
- Kejelasan: Apakah gagasan utama mudah dipahami?
- Kelengkapan: Apakah informasi penting sudah tersedia?
- Gaya: Apakah nada dan formatnya sesuai dengan konteks?
Setiap kriteria bisa diberi nilai, misalnya dari 1 sampai 5. Namun, angka saja belum cukup. Tambahkan penjelasan singkat tentang arti setiap nilai agar AI tidak menafsirkan skala secara sembarangan.
Contohnya:
- 5: Sangat jelas, lengkap, dan siap digunakan.
- 3: Cukup baik, tetapi masih ada bagian yang perlu diperbaiki.
- 1: Tidak memenuhi tujuan atau membutuhkan penulisan ulang besar.
Template prompt berbasis rubrik
Berikut template yang bisa Anda salin dan sesuaikan:
Anda bertindak sebagai editor yang teliti.Tugas Anda:
- Nilai draft berdasarkan rubrik di bawah ini.
- Jelaskan alasan untuk setiap nilai secara singkat.
- Tunjukkan bagian yang paling perlu diperbaiki.
- Buat versi revisi tanpa mengubah maksud utama.
Rubrik penilaian:
- Tujuan: nilai 5 jika draft menjawab tujuan utama dengan jelas.
- Pembaca: nilai 5 jika bahasa sesuai untuk pembaca awam.
- Kejelasan: nilai 5 jika tidak ada kalimat yang membingungkan.
- Kelengkapan: nilai 5 jika semua informasi penting tersedia.
- Gaya: nilai 5 jika nada tulisan hangat, ringkas, dan tidak berlebihan.
Aturan revisi:
- Pertahankan fakta dan maksud utama.
- Jangan menambahkan fakta yang tidak ada di draft.
- Jika ada informasi yang kurang, tandai sebagai [PERLU DILENGKAPI].
- Jangan menggunakan istilah teknis tanpa penjelasan.
Berikan output dengan urutan:
- Tabel penilaian singkat.
- Masalah utama.
- Versi revisi.
- Daftar perubahan penting.
Draft:
[tempel draft di sini]
Template tersebut dapat digunakan untuk artikel, email, deskripsi produk, proposal, bahkan dokumentasi internal. Bagian paling penting adalah hubungan antara kriteria, aturan revisi, dan format output.
Contoh penggunaan untuk email kerja
Misalnya Anda memiliki email yang terlalu panjang dan ingin membuatnya lebih jelas tanpa terdengar kasar. Rubriknya dapat diubah menjadi:
- Tujuan: penerima memahami tindakan yang diminta.
- Kejelasan: permintaan utama muncul pada bagian awal.
- Nada: sopan, langsung, dan tidak pasif-agresif.
- Ringkas: tidak ada pengulangan yang tidak perlu.
- Kelengkapan: tenggat waktu dan konteks penting tetap dipertahankan.
Dengan kriteria ini, AI tidak hanya memendekkan email. Ia memiliki batasan yang lebih jelas: jangan menghapus tenggat waktu, jangan mengubah permintaan menjadi terlalu lunak, dan jangan menambahkan alasan yang tidak pernah kita tulis.
Gunakan dua tahap: nilai dulu, revisi kemudian
Salah satu kesalahan umum adalah meminta AI menilai dan langsung menulis ulang tanpa memberi jeda. Hasilnya bisa tampak lancar, tetapi kita sulit mengetahui alasan perubahan yang dibuat.
Untuk pekerjaan yang penting, gunakan dua tahap:
- Tahap penilaian: minta AI memberi skor, alasan, dan daftar masalah tanpa menulis ulang.
- Tahap revisi: setelah membaca hasil penilaian, minta AI memperbaiki bagian tertentu berdasarkan kriteria yang telah disepakati.
Pemisahan ini membuat proses lebih mudah diaudit. Anda bisa menolak saran tertentu sebelum versi baru dibuat. Cara ini juga berguna ketika Anda ingin mempertahankan suara penulis asli.
Jangan menjadikan skor sebagai kebenaran mutlak
Nilai dari AI bukan pengukuran objektif seperti hasil kalkulator. Skor tersebut hanyalah alat bantu untuk menemukan kelemahan yang mungkin terlewat.
AI tetap bisa salah menilai konteks, gagal menangkap humor, atau menganggap kalimat tertentu tidak jelas padahal sengaja dibuat untuk pembaca tertentu. Karena itu, jangan mengejar angka 5 di semua kategori secara membabi buta. Tulisan yang baik tidak selalu harus paling formal, paling singkat, atau paling lengkap.
Gunakan rubrik sebagai daftar pemeriksaan, bukan sebagai pengganti keputusan manusia. Untuk materi yang mengandung data penting, klaim bisnis, informasi hukum, atau nasihat kesehatan, pemeriksaan manual tetap diperlukan.
Yang bisa dilakukan sekarang
Ambil satu pekerjaan berulang yang sering Anda berikan kepada AI, misalnya menyunting email atau merapikan notulen. Lalu lakukan tiga langkah berikut:
- Tuliskan ciri-ciri hasil yang Anda anggap baik.
- Ubah ciri-ciri tersebut menjadi 3–5 kriteria yang bisa diperiksa.
- Tambahkan aturan tentang hal-hal yang tidak boleh diubah atau ditambahkan.
Setelah beberapa kali penggunaan, perhatikan kriteria mana yang paling sering menghasilkan saran berguna. Rubrik tidak harus sempurna sejak awal. Justru, rubrik akan menjadi lebih baik setelah dipakai pada contoh nyata.
Intinya, prompt yang baik bukan hanya memberi tahu AI apa yang harus dibuat. Prompt yang lebih matang juga menjelaskan bagaimana hasil tersebut dinilai, batas apa yang harus dijaga, dan dalam format seperti apa saran harus diberikan.
– Rio Yotto @rioyotto
