Rokok.. rokok .. dan rokok ..

Sudah 2 hari ini koran kompas membahas tentang masalah ini. Ya Rokok dan Perokok. Jadi headline beberapa hari ini. 

Rokok itu sendiri tidak sebesar dan seberat jari tangan orang dewasa tetapi menjadi sangat berat bagi seorang perokok untuk meninggalkannya…

Sifat adiktif atau candu yang dibahas oleh kompas menjadi penyebab banyak perokok yang tidak bisa menghilangkan kebiasaan merokok tersebut…

Dibawah headline dengan judul kalau sakit kan  ada kartunya… ini makin menambah keyakinan bagi perokok kalau secara tidak langsung pemerintah mendukung dan memfasilitasi perokok untuk terus dan tetap merokok.

Saya sendiri juga perokok yang sudah berhenti beberapa tahun lalu.. banyak teman yang nanya koq bisa berhenti dan koq mereka susah banget berhentinya?

Mau berhenti? Ya berhenti saja. Stop beli rokok. Jangan beli koreknya. Jangan terima kalau ditawarin rokok didepan Anda. Simple kan?? Buat saya itu simple.. tapi kenapa susah buat teman teman saya?? 

Karena mereka sendiri yang memang masih mau … ya itulah pilihan saya kira.

Tua itu pasti … dewasa itu pilihan kan?

Mati itu pasti. Hidup itu juga pilihan.

Anda yang putuskan mau mati atau hidup.

Gitu aja koq repot … hehehe ngutip mantan Presiden kita. 

Gimana agar bisa berhenti merokok?

Itu Bos Bos kita yang di pemerintahan juga harus berhenti merokok. Bos kita di kantor juga harus berhenti merokok. Ayahmu harus berhenti merokok. Kamu harus berhenti merokok didepan anak anakmu dan di depan anak yang lain. Sehingga generasi dibawahmu tidak rusak dengan rokok….

Terkadang kita cakap berbicara tapi gak bisa contohin yang baik buat yang lain.. iya kan? ya saya juga akui itu …

So mari kita mulai sekarang juga dan mulai dari diri kita sendiri.

Kita tahu yang baik mari kita buat yang baik. Kita tahu yang benar mari kita buat yang benar. 

Rio Yotto

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *