Media TV dan modus kejahatan baru

rioyotto_coolMedia TV dan modus kejahatan, apa ya hubungannya? Baru saja kemarin ditayangkan di TV tentang bagaimana kejahatan terjadi dimana diberitakan perampokan yang terjadi didalam lift, dua orang ibu yang dirampok seorang pemuda dan juga seorang wanita yang ditodong didalam lift, kejadian tersebut terjadi dinegara tetangga kita filipina dan singapura tetapi hari ini terjadi di Indonesia tepatnya di salah satu lift RS. Thamrin Jakarta.
Terlebih lagi yang menjadi korban adalah karyawan salah satu TV swasta di Jakarta.

Lihatlah betapa besar peran media sebagai media informasi tetapi juga menjadi media yang memberikan contoh buruk yang ditiru dan menjadi modus kejahatan.

Siapa yang perlu disalahkan? Media? Si Korban? Atau si pelaku kejahatan?
Saya kira tidak bijak jika kita menyalahkan ketiga subjek tersebut tapi sebaiknya kita mengambil hikmah dari kejadian ini.

Sebagai media yang memberitakan informasi tentunya ada begitu banyak hal yang perlu diinformasikan kepada pemirsanya, dan tentu tidak hanya berita positif saja tapi juga informasi2 negatif yang terjadi disisi kita yang bernilai informasi untuk diketahui oleh pemirsanya, tetapi informasi tersebut digunakan oleh pihak2 yg tidak bertanggungjawab sebagai modus untuk melakukan kejahatan.

Siapapun bisa menjadi korban dan dimanapun kejahatan tersebut dapat terjadi selama ada niat dari pelaku kejahatan.

Semoga kejadian ini tidak terulang lagi dan semoga pemberitaan media pun makin pintar dan bijak dalam memilih berita berita yang lebih mendidik/mengedukasi pemirsanya sehingga kejadian serupa tidak terjadi lagi.

Salam jurnalisme
Rio yotto

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *