Kerusuhan Tual (oleh: Fajar Gilang Ramadhan)

Tawuran Antara warga kampung Taar vs komp. Un Jl. Karel Sadsuittubun Tual
9 april 2010

Tawuran warga yang terjadi di depan Kantor Geofisika BMKG Tual ini merupakan kelanjutan dari tawuran serupa yang dipicu oleh perkelahian antara anak SMA Negeri 1 Tual pada pertengahan februari lalu. sejak kerusuhan yang pertama (19-20 februari 2010), warga kompeks Un Tual yang mengalami banyak kerusakan pada bagian rumahnya memang menaruh dendam pada warga kampung Taar yang waktu itu melakukan penyerangan. Polisi sempat memfasilitasi kedua pihak untuk berdamai tapi tidak menemukan titik temu.
Setelah kerusuhan pertama hinga sebelum kerusuhan kedua, terjadi beberapa kali pelemparan batu oleh beberapa oknum tak dikenal terhadap warga komp. Un yang mengakibatkan luka karena pelemparan batu pada beberapa warga. Hingga pada kamis malam (8/4/2010) beberapa oknum dari kompleks Un melakukan aksi pembakaran sebuah gardu pangkalan ojek milik warga di wilayah kampung Taar. Keesokan harinya warga komp. Un mendapat kabar akan rencana penyerangan kampung Taar terhadap wilayahnya. Polisi yang mendapat laporan, sempat memantau keadaan kedua wilayah yang hanya terpisah sejauh 500 meter tersebut. Namun, sampai menjelang siang tak satupun warga kampung Taar yang terlihat, sehingga polisi pun menarik diri dari lokasi tersebut.

Sekitar pukul 14.30, warga kampung Taar pun mulai terlihat mendekat. Warga Komp. Un yang sebelumnya memang telah siap segera menyambut dengan memblokir jalan. Tanpa komando kedua kubu pun langsung saling serang dengan menggunakan batu, tombak, dan mata panah, serta tak lupa parang yang selalu mereka genggam untuk menebas musuh mereka. Polisi yang terlambat datang ke lokasi sempat sejenak menengahi kedua kubu dengan menembakkan peluru karet ke udara. Namun warga kemudian mengabaikan peringatan polisi tersebut, dan kembali saling serang. Polisi yang kewalahan sempat mundur dan memantau kondisi.
Setelah beberapa waktu, warga kampung Taar berhasil menyusup masuk ke wilayah komp. Un dan membakar sebuah kamar kost milik seorang warga. Beruntung warga Komp. Un beserta polisi segera menyadari adanya pembakaran, dan segera memadamkan sebuah kamar sebelum api membesar.
Beberapa waktu kemudian, akhirnya satu regu Brimob tiba di lokasi kerusuhan dan langsung menghujani kedua kubu dengan tembakan peluru karet ke udara. Tak lama kemudian, Brimob pun berhasil membuat jarak antara kedua kubu dan kemudian membubarkan masa untuk kembali ke wilayah masing-masing. Selama kejadian ini dilaporkan 2 warga terkena tembakan peluru karet dan 7 warga lainnya luka-luka.
Hingga saat tulisan ini dibuat, polisi masih berjaga-jaga di kedua wilayah untuk mengantisipasi kerusuhan susulan. Suasana di kedua wilayah pun masih memanas disusul isu akan adanya penyerangan dalam waktu dekat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *