Ribuan Pensiunan Telkom Tuntut Pelunasan Pesangon

Metropolitan / Selasa, 8 Desember 2009 16:21 WIB

Metrotvnews.com, Jakarta: Ribuan pensiunan karyawan PT Telkom se-Indonesia besok akan mendatangi Menara Multimedia, Kebon Sirih, Jakarta, guna menemui direksi perusahaan telekomunikasi itu. Mereka menuntut uang pesangon yang belum dibayar sejak awal Januari 2009.

“Ada 1900 karyawan yang pensiun belum dibayar pesangonnya sejak Februari 2009. Enam di antaranya sudah meninggal. Jadi, bisa dibayangkan berapa kerugian mereka,” kata Kordinator Pensiunan PT Telkom Budi Utomo ketika dihubungi metrotvnews.com, Selasa (8/12).

Budi menjelaskan, para pensiunan karyawan PT Telkom menginjak Jakarta bukan untuk melakukan demontrasi. Tapi mereka ingin mencari tahu penyebab mengapa direksi belum melakukan pembayaran pesangon tersebut.

“Kami akan bertemu dengan direksi pukul 09.00 WIB untuk melakukan audiensi apa kendala perjanjian kerja bersama ketiga tidak dilaksanakan. Apakah ada perbedaan penafsiran, kalau ada seperti apa?” tanya Budi.

Budi menceritakan, pesangon karyawan tersebut diatur dalam perjanjian kerja bersama (PKB) ketiga. PKB itu telah ditandatangani, tapi direksi belum  mau melaksanakan. “Kalau begitu kan direksi tidak melaksanakan aturan,” kata Budi.

Menurut Budi, selama enam tahun belakangan ini karyawan PT Telkom yang telah pensiun berhak mendapat pesangon sebesar 160 kali dari gaji pokok. Gaji pokok mereka berkisar antara Rp 600 ribu hingga Rp 1 juta. Total yang belu dibayar selama setahun diperkirakan Rp 500 miliar. “Tapi mungkin juga tidak semua totalnya sebesar itu,” kata Budi.

Budi menerangkan, selama ini mereka telah berupaya melakukan mediasi dengan direksi. Namun, mediasi selalu menemui jalan buntu. Pasalnya,  direksi hanya mau membayar pesangon sebesar 112 kali dari gaji pokok.

Sebaliknya, pensiuan karyawan tidak mau karena 160 kali itu sudah berlangsung enam tahun. “Telkom kan perusahan yang untung, PLN yang rugi saja kesejahteraan karyawannya bagus. Jadi, besok kita akan membicarakan hal ini dengan direksi,” kata Budi.(Andhini)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *